Kamis, 22 Januari 2009

Dry Ice

Teori singkat tentang dry ice Dry ice adalah karbondioksida beku. Tidak seperti padatan lainnya, dry ice tidak mencair tetapi langsung menjadi gas.Proses ini disebut sublimasi. Dry ice pada umumnya digunakan sebagai pendingin. Titik sublimasi dan deposisi dry ice adalah -78.5oC dan entalpi sublimasinya 571kJ/kg. Kerapatan dry ice adalah antara 1,2 sampai dengan 1,6 kg/L. Dengan temperatur rendah dan sublimasi langsung membuat dry ice menjadi pendingin yang efektif. Mikroskopis Dry Ice pada dunia mikroskopis merupakan molekul-molekul CO2, dimana 1atom Carbon berikatan dengan 2 atom Oksigen melalui ikatan rangkap. Bentuk molekul dari dry ice pada struktur lewis berbentuk linear. Diantara molekul-molekul itu terdapat gaya tarik menarik van der walls yang menyebabkan fasanya padat. O=C=O Makroskopis Dry Ice berbentuk padatan berwarna putih. Bila dibiarkan pada ruangan terbuka akan mengeluarkan gas putih CO2. Itu merupakan bukti adanya proses sublimasi ( padat menjadi gas). Dry ice dapat menyebakan kerusakan kulit karena permukaan dry ice yang dingin membakar dan lengket. Simbol / Lambang Dry ice adalah karbondioksida padat, karena itu diberi lambang CO2(s). Aplikasi Dry Ice Dry ice pada umumnya digunakan untuk membungkus barang yang harus dijaga tetap dingin atau beku, seperti es krim, tanpa menggunakan pendingin mekanis. Pada industri konstruksi, dry ice digunakan untuk melepaskan ubin-ubin lantai dengan menyusutkan dan meretakkannya, juga bisa mendinginkan air pada pipa tanpa katup agar bisa diperbaiki. Pada laboratorium, dry ice digunakan pada pelarut organik menghasilkan campuran dingin yang bagus untuk reaksi kimia pada suhu dingin. Dry ice juga bisa digunakan untuk membuat es krim. Di dunia panggung(theater, fashion show, drama, opera dll), dry ice biasa digunakan untuk membuat efek asap tebal. Dry ice dapat digunakan untuk mengkarbonasi air dan larutan lain seperti softdrink dan beer.

Tidak ada komentar: